Archive for June, 2010
Pasar Australia Potensial Digarap
Wisatawan Australia sangat menyukai destinasi pariwisata Bali. Pelaku pariwisata di Bali wajib untuk melihat peluang guna mengembangkan pasar Australia secara optimal.
Wisatawan Australia memilih berkunjung ke Bali karena jarak perjalanan yang cukup dekat. Selain itu, faktor keamanan menjadi perhatian wisatawan Australia untuk berlibur ke Bali. Keamanan pariwisata Bali tahun 2010 yang relatif kondusif, menjadi indikator wisatawan Australia untuk berlibur ke Bali. Pelaku pariwisata Bali di antaranya perlu memperhatikan pelayanan imigrasi bagi wisatawan Australia di Bandara Ngurah Rai.
Selain itu, pelaku pariwisata Bali juga perlu memperhatikan pelayanan wisatawan Australia ketika menginap di hotel. Ini termasuk pelayanan bagi wisatawan Australia ketika mengunjungi objek wisata di Bali.
Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali, kunjungan wisatawan Australia ke Bali pada Januari – April 2009 mencapai 102.066 orang. Kunjungan wisatawan Australia dari Januari – April 2010 mencapai 162.982 orang. Bila dibandingkan kunjungan wisatawan Australia ke Bali Januari – April tahun 2010 dengan kunjungan wisatawan Australia Januari – April 2009 terjadi peningkatan kunjungan wisatawan Australia ke Bali sebesar 59,68 persen.
Pasar Australia sangat prospektif jika dikembangkan pelaku pariwisata Bali. Wisatawan Australia memiliki kebiasaan untuk berlibur termasuk mengunjungi Bali. Sekarang tinggal kemauan pelaku pariwisata Bali untuk mengarap pasar Australia.
Hotel Melati Banjir Order Pada Liburan Sekolah
Peningkatan orderan akibat imbas liburan sekolah (Juni-Juli 2010) ini, tidak hanya dirasakan pengelola transportasi angkutan pariwisata di Bali, tetapi juga pengelola hotel melati di Kota Denpasar.
Adapun order kamar dalam rangkaian liburan sekolah ini datang dari anak-anak sekolah dari luar Bali khususnya dari Jawa. Liburan sekolah ini cukup memberikan berkah bagi hotel melati di Denpasar. Seperti liburan sekolah (Juni-Juli) tahun ini mampu mendongkrak tingkat hunian kamar Hotel Taman Wisata mencapai 75 persen dibandingkan hari biasa.
Anak sekolah dari luar Bali ini banyak mengisi kamar hotel mulai 21-30 Juni. Pada bulan Juli anak sekolah ini memenuhi kamar hotel sampai 9 Juli. Setelah 9 Juli diprediksi waktu liburan anak sekolah dari luar Bali akan berakhir. Liburan sekolah berakhir secara tidak langsung orderan kamar hotel dari anak-anak sekolah tersebut praktis menurun.
Selain menyasar orderan anak sekolah, Hotel-hotel di Denpasar ini juga menyasar kegiatan rapat atau seminar yang diselenggarakan instansi pemerintah dan swasta. Peserta seminar tersebut termasuk ikut memenuhi kamar hotel pada bulan Juni-Juli 2010.
Pemesanan kamar hotel melati untuk anak sekolah ini dilakukan oleh biro perjalanan wisata (BPW). Tarif kamar yang ditawarkan merupakan harga sesuai tarif kamar hotel secara berlangganan. Tarif kamar hotel ini memiliki fasilitas double bad, AC + TV, dan lainnya.
Sangeh Minim Kunjungan Wisdom
Membludaknya wisatawan domestik (wisdom) yang merayakan libur sekolah di Bali, belum dirasakan pengelola kawasan wisata Sangeh. Kedatangan wisdom yang didominasi pelajar, menurut seorang pengelola objek wisata Sangeh, masih terlihat minim.
Kedatangan wisatawan yang menyaksikan gerak-gerik kera di Sangeh, masih biasa saja berkisar 400-500 orang per hari. Dibandingkan menjelang libur sekolah tahun lalu, kedatangan wisdom khususnya pelajar bisa mencapai ribuan orang per hari. Lonjakan kedatangan wisdom, diperkirakan akan terjadi pertengahan Juni serangkaian dibukanya Pesta Kesenian Bali (PKB). Wisdom diperkirakan akan memenuhi tiap kawasan wisata yang ada di Bali.
Menurut informasi dari biro perjalanan wisata, lonjakan wisdom ke Bali terjadi pada pertengahan bulan ini. Mudah-mudahan dengan kedatangan Barack Obama, selain wisatawan domestik kedatangan wisatawan mancanegara juga ikut terdongkrak. Selain itu, banyak biro perjalanan yang masih enggan membawa wisatawannya berkunjung ke Sangeh akibat akses jalan menuju objek wisata tersebut buntu. Dari segi pelayanan, sudah memberikan yang terbaik agar wisatawan tertarik untuk datang, tapi karena akses jalan kendaraan wisata yang datang harus berbalik haluan.
Sementara itu, objek wisata alam Sangeh menjadi destinasi wisata terfavorit wisatawan domestik yang merayakan libur di Bali. Selain Tanah Lot, Sangeh juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Seperti tingkah laku kera yang lucu serta filosofi yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, banyaknya kunjungan wisatawan domestik ke Bali dikarenakan sebagian siswa libur bertepatan dengan masa ujian kenaikan kelas. Belakangan kunjungan tamu terus meningkat, terutama dari kalangan pelajar. Jumlah yang datang akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada pertengahan Juni-Juli bertepatan dengan musim liburan sekolah.
Objek wisata Sangeh mematok tarif sebesar Rp 5.000 untuk lokal dan Rp 10.000 untuk asing. Sementara, tingkat kunjungan wisdom periode Mei 2010 tercatat 1.250 orang, sedangkan kedatangan wisatawan asing tercatat 22.000 orang. Dibandingkan periode April 2010 angka tersebut diperkirakan naik hingga 10 persen dengan jumlah kunjungan 18.800 orang.
Kemacetan Menjadi Momok bagi Pariwisata Bali
Kemacetan menjadi bayangan kelabu keseharian pariwisata Bali. Hampir tiap saat pemandangan antrean kendaraan di jalur By Pas Ngurah Rai terjadi.
Seiring memasuki musim liburan akhir bulan ini, rute padat dan super sibuk pada jam-jam tertentu, kian tak terelakkan. Satu-satunya jalur untuk dilewati menuju arah Nusa Dua, yaitu Jl. Sunset Road, Simpang Siur hampir sulit seperti tempat yang bikin stres.
Kemacetan benar-benar memuakkan. Sebagai pengguna jalan tiap hari, tidak pagi tidak sore, arah menuju Nusa Dua atau sebaliknya benar-benar membuat stress. Perlu waktu lebih dari 2 jam hanya untuk menempuh jarak dari Denpasar-Nusa Dua atau sebaliknya.
Kapasitas jalan dengan jumlah kendaraan yang lalu lalang sudah tidak sebanding. Belum lagi kegiatan atau event internasional dengan kedatangan pejabat penting setingkat presiden yang menyebabkan jalanan selalu ditutup. Ia meminta kepada pemerintah untuk segera mengatasi kemacetan di kawasan Badung Selatan itu.
Selain itu, para pemandu wisata juga mengeluhkan, setiap membawa tamu ke Kuta atau Nusa Dua, rute yang ditempuh mungkin hanya habis di jalan saja, sehingga wisatawan mulai ada kejenuhan.
Sejumlah solusi yang ditawarkan untuk mengatasi kemacetan yaitu pembangunan jalan alternatif seperti jalan layang atau pun bawah tanah (sub way), sudah tidak bisa ditawar lagi. Menurut Gubernur Bali Mangku Pastika beberapa waktu lalu, jalan layang menjadi solusi yang cocok. Cuma kepastian kapan dibangun hingga kini belum ada kejelasan.
Kemacetan bukan hanya terjadi di jalur pariwisata. Denpasar sebagai ibu kota provinsi pun makin parah saja. Kemacetan terjadi hampir di semua rute. Apalagi kemarin, Jalan Gatsu dan Jalan Teuku Umar hampir-hampir macet total. Jika ini terus dibiarkan maka pariwisata dan kegiatan ekonomi Bali akan mengalami masa suram.