Search

Angkutan Wisata Ramai Order

Kegiatan upacara keagamaan seperti perkawinan termasuk rangkaian upacara di Pura Penataran Agung Besakih dan Pura Ulun Danu Batur, berdampak pada kegiatan angkutan wisata di Bali. Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) mengatakan, untuk kepentingan transportasi dalam rangkaian mengikuti kegiatan ritual tersebut, banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa angkutan pariwisata di Bali.

Selain untuk mendukung kegiatan upacara perkawinan banyak masyarakat di Bali yang memanfaatkan angkutan pariwisata untuk mengikuti kegiatan persembahyangan di Pura Penataran Agung Besakih dan Pura Ulun Danu Batur. Tingginya keinginan masyarakat mengikuti upacara persembahyangan tersebut berdampak signifikan pada pemanfaatan angkutan pariwisata dan angkutan sewa di Bali.

Sementara itu, orderan angkutan pariwisata untuk kepentingan upacara di Pura Ulun Danu Batur dan Pura Penataran Agung Besakih berlangsung mulai tanggal 29 Maret sampai beberapa pekan ke depan. Akibat adanya booking -an armada dari masyarakat dalam rangkaian mengikuti ritual tersebut, orderan angkutan pariwisata dan angkutan sewa di Bali mengalami peningkatan mencapai 20-25 persen.

Pada Maret dan April 2010, armada angkutan pariwisata dan angkutan sewa di Bali hanya beroperasi sekitar 65 persen melayani transportasi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara yang sedang berlibur ke Bali. Dengan adanya tambahan orderan dari masyarakat untuk kepentingan upacara adat, armada angkutan pariwisata dan angkutan sewa yang dioperasikan di Bali pada akhir Maret dan awal April mencapai angka 90 persen.

Sementara itu, pesanan angkutan pariwisata untuk yang melayani liburan anak-anak sekolah ke objek wisata di Bali pada akhir Maret dan awal April terlihat kosong. Ini dikarenakan, siswa SMP dan SMU/SMK sedang mengikuti ujian nasional. Sedangkan berkaitan dengan upacara di Pura Ulun Danu Batur dan Pura Penataran Agung Besakih kerap kali dihadapkan masalah kemacetan.

Kemacetan selama berlangsungnya upacara di Pura Ulun Danu Batur dan Pura Penataran Agung Besakih karena banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Kapasitas kursi pada kendaraan pribadi banyak tidak dimanfaakan secara optimal, sehingga kendaraan pribadi ini tidak efisien dalam hal parkir.

Masyarakat diharapkan bisa menggunakan armada angkutan pariwisata untuk keperluan transportasi ke Pura Ulun Danu Batur dan Pura Penataran Agung Besakih. Ini dikarenakan, kendaraan pariwisata bisa digunakan secara optimal sehingga lahan parkir bisa digunakan secara efektif.

Dicontohkan, bus pariwisata 30 seat memiliki panjang 7,5 m. Sementara kendaraan pribadi rata-rata memiliki panjang 5 m. Kendaraan pribadi ini mampu menampung 5 orang. Untuk mengangkut penumpang 30 orang dibutuhkan sekitar 6 kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi ini yang banyak mengambil lahan parkir tetapi tidak bisa mengangkut penumpang secara optimal.
Untuk mengatasi kemacetan selama pelaksanaan upacara di Pura Ulun Danu Batur dan Pura Penataran Agung Besakih diharapkan Pemprop Bali bersama PHDI bisa mengatur jadwal masyarakat di Bali yang ingin bersembahyang di kedua pura ini berdasarkan kabupaten/kota.

Dengan pengaturan jadwal persembahyangan ini diharapkan masyarakat Bali bisa lebih tenang dan nyaman dalam melakukan persembahyangan di Pura Ulun Danu Batur dan Pura Penataran Agung Besakih.

Leave a Reply