Turun, Kualitas Wisman ke Bali
Setelah krisis global, kualitas sejumlah pasar potensial pariwisata Bali seperti Jepang dan Taiwan mengalami penurunan. Ketua Asita Bali mengungkapkan, hal itu ditunjukkan dengan turunnya angka kunjungan pasar tersebut dibarengi penurunan lama tinggal (lenght of stay) dan dana yang dihabiskan (spending money) selama berlibur di Bali yang merosot.
Imbas krisis global masih dirasakan sejumlah pasar seperti Jepang dan Taiwan ke Bali. Pertumbuhan ekonomi yang terganggu membuat mereka mempersingkat masa kunjungan dari rata-rata seminggu menjadi tiga hari.
Kendati demikian, adanya penurunan kualitas sejumlah pasar pariwisata, secara global tidak mempengaruhi pertumbuhan pariwisata Bali. Penurunan sejumlah pasar akan ditutupi oleh beberapa negara yang lama tinggal serta daya belinya masih tetap tinggi seperti Eropa dan Australia.
Jika krisis global dapat diatasi dengan tuntas, mutu sejumlah pasar yang mengalami penurunan akan kembali meningkat. Sebelumnya, adanya penurunan sejumlah pasar juga diakui Kadisparda Bali, dikatakan pergeseran sejumlah pasar potensial pariwisata Bali seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Jerman dinilai akibat krisis global yang berkepanjangan.
Perubahan pola pasar pariwisata Bali seperti peningkatan kunjungan Australia dan penurunan kunjungan Jepang terjadi akibat krisis global. Calon pengunjung lebih memilih berwisata ke destinasi yang tidak terlalu jauh short haul atau middle haul.