Pengurusan VoA harus Kedepankan Efisiensi Waktu
Antrean pengurusan Visa on Arrival (VoA) di Bandara Ngurah Rai, bisa menjadi momok bagi pariwisata Bali. Direktur Sekolah Perhotelan Bali, Sabtu (20/2) lalu mengatakan, pengurusan VoA ini mesti mengedepankan efisiensi dari segi waktu.
Ia mengatakan, bisa dibayangkan untuk berlibur ke Bali, wisatawan dari Eropa memerlukan waktu 18-24 jam. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, wisatawan mesti antre berjam-jam hanya untuk mengurus VoA di Bandara Ngurah Rai. Padahal, harapan wisatawan mancanegara (wisman) ini ketika tiba di Balimereka bisa segera beristirahat di hotel.
Dijelaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan antrean pengurusan VoA di Bandara Ngurah Rai terkesan berlarut-larut sehingga menjadi momok bagi pariwisata Bali. Upaya pemerintah menerapkan Visa on Board (VoB) sebelumnya dipandang sudah sangat baik tetapi mesti ditingkatkan kuantitasnya. Sampai saat ini kenyataannya di Bandara Ngurah Rai masih terlihat terjadinya antrean pengurusan VoA. Pemerintah bersama pengelola bandara mesti melakukan upaya pembenahan dengan tahapan yang jelas.
Ia memaparkan, sejalan dengan upaya pihak bandara untuk untuk memperluas dan menata kembali Bandara Ngurah Rai mesti didukung secara penuh oleh komponen masyarakat Bali. Penataan dan perluasan ini mesti juga dilakukan pada ruang pengurusan VoA. Tahap pertama untuk mengantisipasi kemacetan pengurusan VoA, pengelola bandara mesti memperluas ruang untuk pengurusan VoA. Tahap kedua, perluasan ruang pengurusan VoA ini mesti diikuti dengan penambahan jumlah counter pengurusan VoA beserta perlengkapan pendukung seperti komputer.
Yang paling penting tahap ketiga penyediaan atau penambahan SDM imigrasi yang mengurus masalah VoA tersebut. Petugas imigrasi yang ditugaskan mengurus masalah VoA harus bisa bekerja secara cepat dan cekatan. Petugas imigrasi ini mesti mengedepankan efisiensi waktu sehingga wisman tidak berlama-lama berdiri hanya untuk mengurus VoA.
Dengan penyediaan sarana yang memadai dan petugas imigrasi yang andal diharapkan bisa mempercepat penyelesaian pengurusan VoA sehingga tidak sampai terjadi pemandangan antrean panjang seperti yang masih terjadi saat ini di pintu kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai. Lebih lanjut dikatakan, sebagai bagian dari komponen pendukung sektor pariwisata petugas imigrasi yang mengurus masalah VoA ini memiliki sikap mental yang baik. Ini meliputi petugas imigrasi mesti murah senyum ketika melayani wisatawan yang sedang mengurus VoA di Bandara Ngurah Rai sehingga mereka merasa nyaman.
Astina menambahkan, untuk memberikan pelayanan yang maksimal petugas imigrasi yang bertugas mengurus VoA ini perlu diberikan pelatihan secara kontinyu. Pelatihan tersebut diharapkan bisa mengarahkan petugas imigrasi ini bekerja secara profesional sehingga bisa secara cepat melayani wisatawan.